~16 Couple Backpacker


Travel together
A couple who travels together, grows together.
Katanya, dengan bepergian bersama pasangan kita, kita akan semakin tahu tentang kepribadiannya. Kalau dalam buku psikologi, memang iya... kebiasaan dan karakter akan muncul ketika individu merasa sudah berada dalam kehidupannya. Maksudnya, ketika diawal pertemuan dulu mungkin individu punya sebuah defence mechanism untuk selalu terlihat keren di depan individu lain.

Couple Backpacker
Kalau pada postingan sebelumnya diobrolkan mengenai solofemale backpacker, kali ini tentang couple backpacker. Ini khusus untuk mereka yang sudah menikah. Ya, sudah menjadi pasangan suami istri.

Hal-hal yang menyenangkan tentu akan hadir selama backpacking bersama pasangan. Kalau pasangan juga memiliki passion melancong yang sama-sama tinggi, backpacking bisa dianggap bulan madu yang kedua, ketiga, atau ke kesekian puluh kali. Saking seringnya backpacing berdua.

Keuntungan untuk perempuan, boleh sekali mengabaikan tips-tips solo female backpacker. Hanya saja, perannya berubah menjadi manajer keuangan dan biasanya menjadi super pelit. Hihi

Untuk sang suami, tentu saja packing akan semakin lengkap. Dipastikan tidak ada barang yang tertingal karena sudah dicek oleh istrinya. Selain itu, dipastikan juga kesehatan selama backpacking akan terjaga karena tidak akan menunda-nunda makan, dan lebih banyak diperhatikan.

Saya masih memprediksi juga bagaimana rasanya menjadi couple backpacker. Tapi, pasti banyak sekali keuntungannya. Dibayangan saya, kalau saya jadi couple backpacker nanti. Bisa sekali menghemat pengeluaran. Karena makan saya sedikit, bisa jadi hanya icip-icip makanan pasangan saja. Atau ketika menyewa perahu, atau terpaksa naik taksi, biaya menjadi sedikit berkurang. Penginapan juga.

Berbagi Kebahagiaan
Selain itu, keamanan, kenyamanan, dan sense of adventure akan semakin terasa. Bahagia juga iya. Bukankah kebahagiaan itu akan semakin terasa ketika kita membaginya? Saya membayangkan betapa semakin takjub dan bahagianya ketika berada di satu daerah dengan keindahan luar biasa, lalu merasa bahagia, dan bertambah pula bahagianya karena kita bersama pasangan kita. Duh ;p

Ada yang sudah punya pengalaman couple backpacker kah? Ayo berbagi dengan saya!

Selamat pagi,
Salam hangat dari saya :)

You Might Also Like

22 comments

  1. foto pita nya mana? hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beluum niz..
      kalau sudah punya foto couple backpacker, aku update tulisan ini! :)

      Hapus
  2. Belum punya Pit, masih backpacker rame2 aja :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. dido'akan semoga segera punyaaa yaa aamiin #pakehati

      Hapus
  3. RT Belum punya Pit, masih backpacker rame2 aja :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku do'akan dengan do'a yang sama ya kak.
      semoga segera punya couple backpacker :p
      aamiiin

      Hapus
  4. wah wah wah,
    saya belum pernah menghayal yang seperti ini, jadi agak lucu membayangkannya.
    hmm, semoga Pita sama backpacker couple-nya nanti tuntas menjelajahi semua negara tujuan, aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak perlu dikhayalkan juga, bang.
      Satu langkah saja, menikah. Lalu ajak istrinya buat jalan-jalan.. backpacker ke pulang sabang semisal. :D

      aamiin aamiin #pakehati

      Hapus
    2. ke pulang sabang?
      apa maksudnya?

      Hapus
    3. ke Pulau Sabang bang. hehe
      Typo ituu typo

      Hapus
  5. cuma ngebayangin doang, blom ada pic pngalaman kangsung ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya sudah punya couple, tulisan ini saya update ya maas! :D

      Hapus
    2. menunggu update nya, kabarin lho ;)

      Hapus
    3. Insha Allah secepatnya! hehe
      aamiiin #pakehati

      Hapus
  6. backpacker couple ya ide yang bagus tuh tapi agak susah kayaknya nyari pasangan yang sehoby. susah tapi pasti bisa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap. harus punya passion yang sama dulu kak :)

      Hapus
  7. saya belum nikah jadi ga tau...hehehe

    ada beberapa cerita menarik dari teman2 yg sudah menikah dan keduanya hobi jalan2 (naik gunung), yaitu kalo sudah dikaruniai anak, mereka titipkan anaknya ke neneknya kalo mau naek gunung bareng (kasian anaknya):)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, berarti memang perlu dituntaskan dulu amalan pertama. Menikah. Nah, setelah itu baru bisa jadi couple backpacker :D
      kalau punya anak, kenapa anaknya tidak dibawa serta ya? duuh

      Hapus
  8. adedeuuhhh yg bentar lagi mau couple backpacker!! :D
    bikin iri aja *ehh
    yg penting jgn lupa oleh2 habis b**** m**u itu hihi

    BalasHapus