~5 Going The Extra Miles!

Going the extra miles
A Fuadi, adalah seorang penulis yang berhasil membuat saya terus bersemangat dan tertawa sendiri, mengangguk, terharu, miris, kesal, dan berekspresi ketika membaca karyanya.

Karya-karyanya yang terus saya baca adalah Negeri Lima Menara, Ranah Tiga Warna, dan Rantau Satu Muara. Buku trilogi ini sudah berkali-kali saya baca, dan benar-benar selalu menggugah. Sepertinya saya sudah hafal di mana suatu dialog diucapkan dan pada bagian mana plot ini diceritakan. Ya, mungkin saking seringnya membaca.

Satu quote, yang paling berkesan di dalam trilogi ini adalah persis seperti judul tulisan ini: going the extra miles. Bahwa dalam hidup, untuk mencapai suatu kesuksesan atau keberhasilan, sebenarnya kita tidak perlu menggunakan seluruh kekuatan kita, atau mengorbankan apa yang kita punya. Semuanya. Tidak.

Oia, sebenarnya going the extra miles ini diceritakan dalam semua buku A Fuadi ini. Hanya saja, yang paling menjelaskan lebih detail ada di buku pertama. Negeri Lima Menara. Berikut kutipannya,

Trilogi Negeri Lima Menara
“Akhi, tahukah kalian apa yang membuat orang sukses berbeda dengan orang biasa?, Menurut buku yang saya baca, ada dua hal yang paling penting dalam mempersiapkan diri untuk sukses, yaitu going the extra miles. Tidak menyerah dengan rata-rata. Kalau orang belajar 1 jam , dia akan belajar 5 jam. Kalau orang berlari 2 kilo, dia akan berlari 3 kilo. Kalau orang menyerah di detik ke 10 ,dia tidak akan menyerah sampai di detik 20. Karena itu mari kita budayakan Going the extra Miles, lebihkan usaha, waktu, upaya, tekad, dan sebagainya dari orang lain. Maka kalian akan sukses”, Petuah Ustad Salman.

Negeri Lima Menara, bercerita tentang Fikri sang tokoh utama, dan lika-liku kehidupan pondoknya bersama Raja, Said, Tatang, Dulmajid, dan Baso. Banyak sekali momen-momen mengesankan dari mereka yang menginspirasi. Mungkin karena saya kenal betul dengan setting bukunya, yaitu di Pondok Modern Gontor—di dalam buku disebut sebagai Pondok Madani—Paman saya pernah mondok di sana, dan semua yang ditulis Fuadi memang begitu nyatanya.

Going the extra miles, yang perlu dilakukan adalah berusaha sedikit lebih banyak dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh oranglain. Dalam bab-bab terakhir, ketika menjelang ujian akhir, kata-kata ini dikumandangkan oleh Ustadz Salman. Para juara lari, katanya tak perlu lebih jauh berpuluh-puluh kilometer untuk menjadi juara. Cukup sepersekian meter saja. Tidak banyak.

Begitu juga kita. Sukses memang berbeda definisi untuk setiap individu. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kesuksesan seseorang tidak dapat dibandingkan dengan kesuksesan oranglain. Ya, sama seperti tidak boleh membandingkan kelebihan oranglain dengan kelemahan kita. Not fair. Ya.. saya berpikir demikian.

Tapi, jika ingin menjadi seseorang yang berbeda. Seseorang yang sukses ketika semua orang juga diberikan sumber daya yang sama dengan kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah going the extra miles.

Ketika oranglain tidur delapan jam, cobalah untuk tidur lebih sedikit dari mereka, tujuh jam setengah misalnya. Lalu kita gunakan setengah jam itu untuk membaca, atau belajar, atau melakukan sesuatu yang bermanfaat. Maka, tentu saja kita akan mendapatkan sesuatu yang tidak didapatkan orang-orang yang tidur delapan jam!

Begitulah kesuksesan. Didapatkan ketika kita berjuang lebih sedikit saja dari yang oranglain lakukan. Saajtahidu fauqa mustawa al akhar, bahwa saya akan berjuang dengan usaha di atas rata-rata yang dilakukan oranglain.

Jadi, kapan kita akan going the extra miles??


Salam hangat dari saya :)

You Might Also Like

24 comments

  1. Going the extra miles | hmm... ya ya ya

    #belum punya buku2 di atas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak usah punya.. bacalah dulu..

      Hapus
    2. kalau ga punya lantas cara bacanya gimana?

      Hapus
    3. Pergi ke perpustakaan, lalu membaca di sana. Kalau perlu pinjam ke rumah. Ini ide bagus menurutku.

      Hapus
    4. Anterin ke jl lemahnendut sekalian holeciinn dan surabi duriannya

      Hapus
    5. Dianterin kapten, mas. hehe

      Hapus
  2. yap, going extra miles,
    kurangi waktu membaca dan menambah angan2 dengan tindakan kecil bermanfaat tapi langsung dimulai, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurangi waktu membaca? Noooo!
      karena extra miles saya ya dengan membaca lebih banyak dibandingkan oranglain, bang.
      ckckck

      Hapus
    2. kalo gitu kurangi waktu berangan2 aja deh, (pasti mau dibantah lagi) -_-"

      Hapus
    3. iyaaaa, bang. dikurangi mengkhayalnya.. nuruuut

      Hapus
  3. Saya juga sukaaa banget mba sama novel2nya, tapi yang rantau satu muara belum bacaaa
    salam kenal :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang rantau satu muara lebih seru lagi, kak! Alifnya sudah menikah dan mereka jadi traveller
      Salam kenal juga kak :D

      Hapus
  4. iya benar sekali, bertindak berbeda dari orang lain untuk meraih kesuksesan. berbeda ini dengan maksud bertindak yang lebih dari orang lain. ketika melihat teman sekantor saya bekerja dengan giat saya termotifasi untuk lebih giat lagi. karena kesuksesan menurut saya akan ada dari apa yang kita jalani hari ini.

    BalasHapus
  5. aku pernah baca cerita serupa di buku 'setengah isi, setengah kosong' pit :)
    Going the extra miles? Yuk, dimulai dari kita sekarang juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, betul, kak. di buku half full half empty juga ada. Ya. saya baru ingat..
      waaaa... Kak Anggi keren! suka baca buku ya?

      Hapus
  6. jadi pengen baca bukunya langsung nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak! baca dulu bukunya.
      Sebenarnya film negeri lima menara juga ada. tapi lebih baik baca bukunya! biar lebih kerasaaa

      Hapus
  7. benang merahnya itu ya mb.. going the extra miles

    BalasHapus
  8. Wah,makasih sudah diiingatkan, Going the extra miles...!!! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, kak! going the extra miles!! :D

      Hapus
  9. Ah negeri lima menara. Saya beruntung bisa bertemu dengan the real Tatang. Salah satu guru mengaji saya Mbak yang jadi inspirasi A. Fuadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah? subhanalloh!
      Pasti ustadz Tatang keren sekali, ya kak!
      Saya semangat sekali membaca komentar ini. Senang sekali kalau yang ada dibuku itu adalah nyata :D

      Hapus