~15 Solo Female Backpacker

Get Lost.
Foto: dokumen Pribadi
Apa yang akan anda lakukan ketika sudah merancang agenda/itinerary perjalanan dengan banyak orang, lalu ketika mendekati hari H satu persatu dari mereka malah mengatakan batal ikut serta?

Kalau saya sendiri, termasuk yang keras kepala. Lalu pada akhirnya pergi juga meskipun hanya sendiri. Mungkin di dunia ini yang pernah mengalami kejadian seperti ini banyak sekali, maka munculah istilah solo backpacker. Kemudian hadir pula istilah solo female backpacker.

Walaupun belum pernah ke luar negeri, tapi alhamdulillah saya pernah menjelajah beberapa kota dengan gaya Solo female backpacker. Awalnya ragu juga tetapi pada akhirnya malah menikmati karena me time ketika berjalan-jalan akan benar-benar terasa. Lalu saya tidak perlu berdiskusi tentang perubahan tujuan dan hal lain selama backpacking.

Suatu Ketika di Ujung Genteng.
Foto: Dokumen Pribadi
Kurangnya, saya sering bingung sendiri kalau ingin difoto di suatu objek tertentu. Tidak ada yang mau memotret saya, kecuali saya meminta orang lokal atau backpacker lain yang juga sedang berada di objek tersebut. Begitulah, dan yang terakhir.. kalau jadi solo female backpacker, biaya yang bisa dibagi berdua/bertiga terpaksa dibagi dengan diri sendiri. Misalnya, tentang penginapan.

Berdasarkan pengalaman, juga dari buku-buku traveler yang saya baca. Untuk menjadi solo female backpacker ada beberapa hal yang menjadi perhatian.

Satu. Tidak membuka peta di depan umum. Ini akan membuat anda terlihat sedang mencari-cari lokasi, dan ini membahayakan diri anda sendiri. Bertingkahlah seperti penduduk lokal. Berbaur dan bersikap ramah.

Dua. Jangan terlihat bingung. Kontrol wajah adalah bagian terpenting. Perempuan seringkali memperlihatkan perasaannya melalui air muka. Entah itu lelah, marah, bingung, dan sebagainya. Usahakan ketika backpacking, hal itu tidak terjadi. Ini demi keamanan diri kita juga. Tersenyumlah terus, bersikap ramah dan selalu penuh semangat.

Tiga. Pakailah cincin di jari manis anda. Itu menandakan bahwa anda sudah tidak available  atau memang sudah punya komitmen. Saya juga mempraktikan ini, saya biasanya memakai cincin di jari manis tangan kiri saya. Kalau sedang di dalam bis lalu teman duduk di sebelah saya laki-laki, saya biasanya banyak memain-mainkan tangan supaya dia ngeh saya pakai cincin.

Saya jadi ingat, ketika naik kapal ferry dari Bakauheni ke Merak saya ditanya-tanya seorang bapak. “Mbak sendiri dari Lampung?”, saya menjawab iya. “Sudah ada yang jemput di Merak?”, saya menjawab tidak. Lalu saya mengusap-usap wajah saya dengan tangan kiri untuk memperlihatkan cincin saya.

“Tapi suaminya sudah nunggu di rumah ya?” Tanya si bapak lagi. Dan saya, Cuma tersenyum saja.

Empat. Jangan berpakaian mencolok, memakai perhiasan berlebihan. Usahakan tidak memakai barang berharga ketika backpacking. Gunakan gadget seperlunya. Tidak perlu check-in di Foursquare, atau update status terlalu sering. Namun, jangan lupa untuk memberitahu keluarga ketika anda sudah sampai disuatu tempat.

Lima. Pastikan anda mempunyai informasi yang banyak dari internet, atau buku. Padukan dengan informasi yang anda dapatkan dari penduduk lokal. Jika tersesat, tetaplah tenang. Inilah bagian keren dari backpacking: getting lost. Kalau sudah buntu, saya biasanya masuk ke warung kopi atau kedai makanan lalu memesan salah satu makanan mereka. Sembari makan, saya bisa akses internet atau berbincang dengan orang-orang lokal di sana.

Kira-kira begitulah. Selama ini alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dengan saya ketika solo backpacking. Bagaimana pengalaman anda?

Salam hangat dari saya :)

You Might Also Like

27 comments

  1. Solo kluyurer dengan aktivitas kluyuring itu nama lain dari traveller

    Ah masak sih ada cincin, aq kok ga lihat hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. solo kluyurer. Ya! tunggu saya di pati ya mas!
      mau muncak ke gunung Muria. haha

      Cincinnya dipake waktu backpacking aja mas. hehe, nanti mah mau pakai cincin beneran, dan asli.

      Hapus
  2. susahnya solo backpacker kalau mau mengabadikan tempatnya, mesti minta bantuan orang lain. baca ini malah pengen jalan-jalan liburan semester. me time....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap. Harus pandai-pandai minta bantuan penduduk loka atau orang yang ada di sekitar.

      waaah.. siip. sudah mau berakhir nih semesternya. Ditunggu cerita liburannya :D

      Hapus
  3. jadi kepengen solo backpacker jugaaa... makasih saran-sarannya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. mau kemana kak Uzzy?? :D
      ditunggu ceritanya, ya!

      Hapus
  4. Asiiiiiikkkk... Sandal jepitnya loh.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Kak Aryaaa
      sendal jepitnya kenapaaa? :D

      Hapus
  5. wah, kesannya pro banget tips2nya, jadi pengen blajar dari eneng Pita,
    tapi kalo saya lebih setuju kalo gak ada female solo backpacker tapi ya solo backpacker, karena mau laki atau perempuan ya sama aja, jalan aja terus, hidup petualangan, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. o iya, itu bukan pose dangdut, Pita?

      Hapus
    2. Nah kan ini dari pengalaman pribadi bang. Jadi aja aku kasih judul solo female backpacker. hehe

      hahaha. aku ngga punya pose dangdut! haha
      itu pose sendal jepit terbang! sebentar lagi juga sendal jepitnya terbang.. haha

      Hapus
    3. iya deh, hidup solo female backpacker..
      ah sial, ternyata itu bukan pose dangdut..
      maksudnya sendal jepitnya terbang ke arah saya, Pita?

      Hapus
    4. Yaap. hidup solo female backpacker! haha

      bukaaan baang.. pose dangdut itu trade mark abang. Aku ngga ikut-ikutan.
      Naaah.. kalau pose sendal jepit terbang, ngga tahu nih terbang ke mana #gasopan

      Hapus
  6. belum pernah solo backpacker :)
    perlu dicoba kalau memang gagal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba saja kak. pasti ketagihan #eh

      Hapus
  7. dari kelima tips diatas nomer tiga yg gak perlu saya lakukan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, ngga usah pake cincin segala :D

      Hapus
  8. tipsnya bagus bgt nih , aku sih blom pernah sendirian kalau bepergian jauh, suami selalu menemani :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, kalau kak ely jadinya couple backpacker.. keren nih :)

      Hapus
  9. oke tipsnya....so far alhamdulillah jarang diganggu, mungkin karena yang mau gangguin serem duluan liat sayaa hehehe...salam kenal et sekalian mengundang untuk ikutan GAku soal jalan-jalan :D...kalau tertarik. monggo...http://indahnnuria.blogspot.com/2013/11/my-itchy-feet-2-giveaways-for-dear.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah.. gimana bisa? mau tips dari kak Indah juga doong

      Hapus
  10. Assalamu'alaikum

    ngomong-ngomong, enggak ada barang lain untuk bisa diajak photo bareng selain "sendal" ya? hahaha -_-*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumussalam
      ehehe, iya kang. Sendal kesayangan itu... ;p

      Hapus
  11. saya belum pernah dan saya iri. ;p
    saya sudah kebeberapa tempat tapi gak pernah jadi backpacker. padahal saya ingin sekali....
    postingnya bisa nih buat panduan kalau anak saya kelak mau jadi solo famele backpaker " ini lho nak panduan mantab dari teh pita..."
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. asiik.. sudah merencanakan anaknya jadi solo female backpacker aja nih mas :p

      Hapus