Ibu : Petuah Pagi Buta

Adakalanya kau tidak dimengerti khalayak, nak. Maka bersabarlah ... Sesungguhnya, memang seharusnya kau yang memahami mereka. Tak perlu pamrih. Karena pada hakikatnya, cukup Tuhan yang mengerti dan memahamimu. Jangan pedulikan khalayak. Meskipun setidaknya kau telah merasa sakit karena lidahnya. Itu sudah biasa. Ibumu ini sudah hafal betul tanda-tanda kehidupan tidak berhati itu.

Seringkali dunia ini terasa penuh sesak oleh orang-orang arogan. Mereka terlalu banyak mempunyai perasaan benar sendiri. Padahal, siapa yang tahu, nak. Siapa yang benar diantara orang-orang benar itu. Atau bahkan kau tengah berada di sisi yang salah. Tapi Ibu yakin, nak. Kau anakku dan Ibu percaya padamu. Ibu telah banyak mengajarkanmu kebenaran yang bukan hanya pembenaran semata.

Bersabarlah, nak
Ibu memang tak dapat merengkuhmu dalam-dalam
Ibu tak ada disampingmu, tapi tenanglah
Ibu telah menitipkanmu

Ingatlah, bahwa dua bola matamu itu adalah saksi
tiap langkah yang kau ambil dan tiap nafas yang kau hela.
Kau cerdass, maka cerdaskanlah dunia
Tak peduli runcingnya kehidupan. Berjalanlah ...


You Might Also Like

0 comments