Tak jadi yang pertama? Jadilah yang terbaik

Let's be The best. Foto: Koleksi Pribadi
Ada suatu perasaan kala tahu bahwa sudah banyak kertas yang berkumpul di meja dosen, padahal sebelumnya, ekspektasi mengira bahwa kitalah yang pertama.

Ada suatu perasaan, ketika tahu bahwa tema tulisan kita sudah banyak ditulis oranglain. Padahal sebelumnya, merasa sekali bahwa tulisan kita adalah yang pertama. Belum ada sebelumnya.

Ada suatu perasaan, ketika tahu bahwa kita bukanlah orang yang pertama yang membuat dia terkesan. Atau kita bukan orang pertama yang memberikan perasaan-perasaan ajaib yang memenuhi ruang di hati dan pikirannya.

Banyak hal serupa tentang posisi pertama. Ya, tentang siapa yang lebih dulu. Siapapun tentu ingin menjadi yang pertama. Menjadi perintis dan pionir. Tetapi, ketika semua itu tak terjadi. Tidak berarti semua perjuangan harus diakhiri.

Jadilah yang terbaik. Meskipun sudah banyak kawan yang mengumpulkan tugas di meja dosen. Berusahalah menjadikan tugas kita dikerjakan dengan teliti dan penuh kecermatan. Jadilah yang terbaik.

Jadilah yang terbaik. Meskipun berserakan sudah tulisan-tulisan dengan tema mirip layaknya milik kita. Tengoklah tulisan kita, tengoklah kebahasaan dan ragam manisnya kata. Pastikan coretan itu penuh makna. Jadilah yang terbaik.

Jadilah yang terbaik. Walau kesan pertama memang tak mudah dilupakan. Walau perasaan-perasaan ajaib itu adalah magic yang sulit menyirna. Pastikan bahwa hal ajaib lain kita ciptakan. Hal ajaib yang mampu menjadikan kita seseorang yang layak dilihat. Dan yang seharusnya tak dipalingkan.

Jadilah yang terbaik.

Begitu juga, ketika kita menahu diri. Bahwa kita bukanlah yang pertama yang mencintai. tapi cinta kita akan melekat hingga ulu hati. Pahami betul tentang kesetiaan, ketaatan dan kelurusan hati. Rasanya Dia takkan menyiakan usaha kita.

Tulisan ini adalah hasil dari sebuah perenungan yang saya lakukan beberapa hari yang lalu. Barangkali ada yang tetap menganggapnya sebagai sebuah curahan hati. Haih, baiklah tak mengapa. Apapun bentuk tulisannya, yang menjadi harapan adalah adanya manfaat dan inspirasi di dalamnya.

You Might Also Like

33 comments

  1. hoho.. aku jadi ingat perjalanan kemarin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perjalanan kemarin?
      pasti ada percakapan tentang ini ya? yang mana yaa? #tiba-tibapusing

      Hapus
    2. ahaha perjalanan itu rasanya pingin nulis nih..siap simak ya entar :D

      Hapus
    3. ada, meski tidak to the poin ngomongin ini.. #eh

      ayoo opa tulis,, :P

      Hapus
    4. Aziw:
      Haiih.. ternyata banyak hal terinstrinsik ya. #mikir

      Hapus
    5. Kang Adi:
      saya tunggu tulisannya kang.. di'series'kan juga tak apa. ;))

      Hapus
    6. betuul... tapi ada yg lebih ekstrim menurutku, tak jadi yang pertama, gagal jadi yang terbaik, apalagi jadi yang terakhir.. seperti koma, hanya jadi jeda :D hoho

      Hapus
    7. haih.. kata siapa itu, kak? bang tere lagi? ;D

      Hapus
  2. Gak apa-apa, mau yang pertama, pertengahan atau yang terakhir sekali pun. Nabi Muhammad aja nabi terakhir, nabi paling dikenal, dikagumi dan paling disayang sama Allah. Nabi paling spesial. Semoganyambung.com :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga aku bisa jadi yang terakhir. aamiiin
      hahaha

      Hapus
  3. tulisan ini mengingatkan akan sesuatu hal.. :D
    sepakat dengan tulisan mu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayo, semangat Emi. Kamu bisa! ;)

      Hapus
    2. Emi:
      Semangat Emi!!
      kamu pasti bisa #ikutan

      Hapus
  4. setuju jadilah yg terbaik, do the best

    BalasHapus
  5. Sangat setujuuuuuu. #pake TOA

    BalasHapus
    Balasan
    1. baik baik, kak >_< #tutuptelinga

      Hapus
  6. memang banyak yg gak sabar, selalu ingin jadi pertama, padahal menjadi yg terbaik itu lebih utama. mnjadi pertama tak selalu indikasi yg terbaik

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak. tapi kita tetap harus berusaha juga untuk menjadi yang pertama dan yang terbaik :)

      Hapus
    2. siippp.... walau tak menjadi pertama tak harus patah semangat. menjadi terbaik adalah pilihan

      Hapus
    3. Iya Kak Risydi. Pilihan memang :D

      Hapus
  7. "Rasanya Dia takkan menyiakan usaha kita."

    Such a deep contemplation, fellas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih, kak Melati :)
      allhamdulillah

      Hapus
  8. jangan pikirkan tulisan yang kita buat jelek atau sama atau apalah, tapi pikirkan seberapa penting makna tulisan tsb, buat diri kita dan orang lain :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. tulisan yang jelek itu kalau kata saya yang tidak punya makna, jadi tetap saja harus dipikirkan. Jelekkah tulisan saya..

      Hapus
  9. mari menjadi yang terbaik :)

    BalasHapus
  10. yang pertama belum tentu yang terbaik

    percaya diri sama karya kita saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kak. Percaya dengan kemampuan sendiri, dan kerahkan potensi dengan optimal :)

      Hapus
  11. Setuju sekali dengan renungannya :D
    Yang terbaik itu yang terpenting ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau begitu tos dulu teh :D #Toss

      Hapus