|[ Cinta (hubb) ]|

بسم الله الرحمن الرحيم

Menurut Abu Yazied al-Busthamy, cinta ialah menganggap sedikit terhadap jasa besar diri sendiri dan menganggap banyak terhadap jasa sedikit dari kekasih. Sedangkan Abu Abdullah al-Qarsyiy, cinta ialah kesanggupan memberikan seluruh dirimu kepada yang engkau cintai tanpa ada yang tersisa sedikitpun. Jadi, akan ada kemustahilan bila arti cinta yang sesungguhnya bisa terjadi untuk sesama makhluk. Cinta hanya akan ada dan harus dimungkinkan terjadi antara makhluk dan Khalik karena keagungan cinta itu tidak bisa diterima dan diberikan oleh sesama makhluk.

Cinta kasih Allah SWT diberikan kepada hamba-Nya yang bertaqwa (QS Al-Taubah : 4), sedangkan taqwa bisa diperoleh dengan banyak cara, diantaranya dengan berpuasa di Bulan Ramadhan dan sebagainya. Kemudian cinta kasih juga diberikan kepada hamba-Nya yang muhsinin (QS Al-Maidah : 13), yaitu mereka yang selaluu berbuat amal baik dalam kondisi apapun, baik dalam keadaan sendiri ataupun bersama orang  banyak dengan satu keyakinan bahwa Allah akan selalu mengetahui segala tindak-tanduknya dimanapun ia berada. Nur ihsan mengusir gelapnya kesamaan atau menduakan Allah SWT. Dan menampakkan wujud Allah SWT (Zahri, 1976:207).

Amal baik adalah sarana untuk mendapat kasih sayang Allah SWT., kasih sayang Allah SWT adalah wadah cinta yang suci dan murni. Cinta yang datang dari Allah Yang Maha Agung. Kasih sayang-Nya bisa didapat dengan mengasihi makhluk-makhluk Allah SWt yang ada di bumi, sehingga mereka dan para malaikat di langit akan mengasihimu dan mendoakanmu (Ibnu Hajar dan Nawawy : 6).

Dengan demikian, engkau akan semakin dekat dengan Allah SWT.. Rahmat dann ampunan Allah SWT. akan selalu menyertaimu dan pada akhirnya membawamu kepada cinta-Nya. Cinta Allah SWT. kepada makhluk-Nya merupakan motivasi, mengapa kaum sufi rela untuk menyendiri (uzlah) dan rela dipandang rendah oleh sesama makhluk asalkan cinta kepada Allah SWT dapat diraih dan kebutuhan spiritualnya akan cinta dapat digenggam erat-erat dan hanya merekalah yang mampu menikmatinya. 

Sumber :Buku Psikologi Islam

You Might Also Like

0 comments