☀ Dia ada di Blog!

ilustration is taken from here
Sejak SMA saya sudah menulis di blog. Jika dihitung tahun, mungkin sudah sejak 2007 silam. Namun, baru pertengahan 2010 saya gemar menulis dan menganggap bahwa blog bukan hanya sekedar tempat sampah atau papan omelan yang bisa saya tulisi semau saya. Bahkan sekarang, saya malah bersyukur sebab telah melalui beberapa babak kehidupan menyenangkan karena blog.


Sebenarnya, blog itu adalah kependekan dari web log, yaitu situs yang isinya adalah tulisan-tulisan yang disusun secara kronologis. Dulu, disebut juga sebagai online diary dimana pemilik atau penulisnya diistilahkan sebagai diarist. Justin Links adalah pionir dari penulis online diary yang akhirnya disebut blog.


Masa kini, banyak blog yang sudah memiliki domain sendiri dengan nama-nama kreatif yang memudahkan pencarian. Domain tersebut dapat dibuat melalui Qwords. Selain itu, banyak juga komunitas blogger yang menjadi wadah untuk berbagi inspirasi. Salah satunya adalah Blogger Medan. Sejarah blog memang tidak sesingkat ini, tapi kisah tentang pengalaman saya berkaitan dengan blog akan lebih menarik! Baca saja terus.


Tahun lalu, seseorang bertanya tentang sebuah postingan di blog saya. Dia bertanya apakah saya benar-benar jago memasak. Saya sempat bingung, lalu beberapa hari kemudian dia menantang saya membuat kue untuk adiknya yang berulang tahun. Sekarang, hampir setiap minggu saya buatkan kue untuk dia. Juga sarapan, makan siang, malam, dan camilan. Karena dia adalah suami saya.


Ya! Saya dan suami dipertemukan di dunia maya lalu perlahan-lahan kemudian menjadi sebuah keluarga di dunia nyata. Masih ingat sekali bagaimana pertama kali kami bertemu di acara kopdar salah satu komunitas blogger. Kemudian saling bertukar link blog dan meninggalkan jejak komentar untuk tulisan-tulisan yang kami buat.


Blog bagi saya bukan hanya tentang menulis dan komentar. Lebih dari itu, blog adalah sebuah jalan bagaimana mantra-mantra ajaib menjadi berfungsi di luar dunia peri. Tidak menyangka kalau suami saya adalah seorang blogger juga. Sampai ketika kami sudah menikah, kegiatan menulis di blog menjadi semakin meriah! Semua kisah terekam setiap bulannya. Di masa depan, mungkin akan dibaca oleh anak dan cucu kami.


Skenario Tuhan memang indah!


Akhirnya, Saya dan suami mengucapkan selamat ulang tahun untuk Blogger Medan. Semoga banyak juga yang menemukan jodohnya melalui blog! *aamiin pake hati*



~HAPPY MILAD, BLOGGER MEDAN!!~

You Might Also Like

16 comments

  1. Wahhhh keren ya keren pertemuan adalah cinta, cinta abadi.
    Sukses terus kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin..
      terima kasih Mbak Dewi :)

      Hapus
  2. Blog bagi saya bukan hanya tentang menulis dan komentar. Lebih dari itu, blog adalah sebuah jalan bagaimana mantra-mantra ajaib menjadi berfungsi di luar dunia peri.
    sepakat mbaak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah jangan-jangan Mbak lulu punya pengalaman yang sama ? :O :D

      Hapus
  3. Bisa buat skrip FTV ini, cinta bersemayam di dunia blog

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba mas dibuat skriipnya.. nanti saya baca :D

      Hapus
  4. Widih, blogger blogger cinta bakal kalahkan GGS
    Seru seru banyak kisah cinta yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah ratingnya nanti lebih tinggi dari GGS ya mas.. hhihihi kayaknya emang seru yak

      Hapus
  5. mantabs nih.. dunia blogger bisa membawa rezeki :D

    moga langgeng sampai mata menutup nantinya yah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... semoga keluarga mas capung juga demikian :)

      Hapus
  6. aihhhhh bukan sekedar persahabatan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Kak Tiaa..
      sepertinya akan ada yang segera menyebar undangan juga... tersihir melalui blog juga ;p

      Hapus
  7. keep blogging yaa Mbak, terus berbagi :)

    BalasHapus
  8. Wahhh... jadi ceritanya ketemu suami.di blog yaaaah... hmm... banyak ya mba teman2 blogger ktemu jodohnya di blog ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa.. banyak sekali.. skenario Tuhan memang selalu mengejutkan!
      bagaimana denganmu? ;)

      Hapus