Selamat Ulang Tahun, Ibu!



Bendera Indonesia, di puncak Ciremai. Foto: Qefy Alghifari

Sejak lahir, saya tak pernah meninggalkan Indonesia. Ya, saya memang belum pernah pergi ke negara lain untuk melakukan sesuatu. Maka dari itu, segala hal yang ada di sini telah saya nikmati dengan atau tanpa sadar. 

Mungkin saja, segala bentuk air muka negeri ini sudah diperlihatkan orang-orang dalam media. Tentang pemerintahannya yang sudah tak berbentuk lurus (katanya). Tentang manusia-manusia di dalamnya yang semakin hari semakin hingar bingar dalam pesona rupiah, harta-harta dan kesenangan (katanya). Tentang tanahnya yang tak lagi dapat menumbuhkan tongkat, kayu dan batu. Dulu, Indonesia tak begini. Begitu kata para orangtua.

Ya, Indonesia memang banyak berubah. Saya, yang sudah 21 tahun hidup di tanah air ini juga merasakan perubahan ini. Semua orang berhak atas perubahan, juga dengan negeri ini. Tapi apalah arti sang ibu pertiwi jika anak-anaknya tak bisa mengarahkan ke jalan perubahan yang lebih baik. 

Sempat terpikir, saya sebagai anak Indonesia. Anak Ibu Pertiwi yang setiap hari saya makan hasil buminya, yang setiap hari saya hirup udara dari tiap pohon-pohonnya. Sempat terpikir, apa yang sudah saya berikan untuk ibu?

Ketika satu waktu sedang sendiri, lalu memikirkan ibu pertiwi. Seakan ia memang benar-benar hidup. Seakan-akan ia setiap hari membelai lembut saya dengan angin dinginnya. Seakan-akan ia setiap hari menghangatkan saya dengan sinar mentari yang ia sembulkan dibalik gunung. Saya mencintai negeri ini. 

Jika suatu hari saya berada di negara lain. Ibu pertiwi adalah yang paling saya rindukan. Sekarang, ibu sedang bersusah hati... air matanya tengah berlinang melihat polah anaknya yang tak lagi ingin mengabdi..

Rasanya, ingin sekali benar-benar menjadi anak negeri yang berbhakti pada ibu pertiwi. Indonesia, sudah 68 tahun.. sudah banyak hal terlewati, namun saya belum menjadi anak kebanggaanmu. Selamat ulang tahun, Ibu..


Padamu negeri .. kami berjanji

Padamu negeri ... kami berbhakti

Padamu negeri ... kami mengabdi

Bagimu negeri ... jiwa raga kami

You Might Also Like

14 comments

  1. selamat hari ulang tahun republik indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya Emiii.. semoga Ibu kita tak menangis lagi karena tingkah anak-anaknya ;'D

      Hapus
  2. anak2nya ... kita2..

    semoga hari ini kita benar2 paham makna merdeka sesungguhnya, meski masih banyak yang belum bisa merasakan menjadi orang yang merdeka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap. kita adalah anak negeri yang sudah sepatutnya berbhakti :)

      Hapus
  3. Selamat ulangtahun ibu
    Maaf lahir batin ya Pita ... duh nama aslimu siapa sih? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf lahir bathin juga kak :D
      Nama asliku masih ada di kulkas, kak. belum terpublikasikan ;)

      Hapus
  4. Waw.. aamiin smg qt bs jadi anak2 yg baik, yg mncintai bukan krna harta ibu pertiwi sj, tp larena qt anaknya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin..
      semoga Ibu pertiwi juga tidak marah karena kita belum jadi anak yang berbakti

      Hapus
  5. Sukses selalu ibu pertiwi :-)

    BalasHapus
  6. saya kira "Ibu" ukhti beneran ^^'

    BalasHapus
  7. Ibu kita semua. Ibu pertiwi :)

    BalasHapus
  8. keren gambarnya.
    #eh salah fokus,heheh

    BalasHapus