![]() |
| Ironing the money |
Rupiah yang kita punya sekarang ternyata telah mengalami
perjalanan yang panjang dalam perkembangannya. Nama rupiah sendiri diambil dari
kata rupia dari bahasa Mongolia yang
berarti perak.
Dulu sebelum merdeka,
uang tersebar di berbagai kerajaan yang ada di Indonesia seperti Mataram,
Majapahit, dan lain-lain. Uang mereka terbuat dari emas, perak, atau tembaga. Yang
saya garis bawahi, yang unik dari jaman kerajaan ini adalah bahwa uang logam
selalu ada bolong di tengahnya. Jadi, jaman dulu uang itu dikumpulkan dalam
satu tali. Unik!
Setelah merdeka, kita
mengenal yang disebut ORI (Oeang Republik Indonesia) dengan berbagai macam
bentuk dan satuan rupiah. Perkembangan uang kemudian berlanjut hingga sekarang,
bisa dilihat bagaimana bentuk uang dewasa ini. Lihat saja di dompet anda.
| Jenis-jenis uang di Museum Bank Indonesia. Foto: Dokumen Pribadi |
Sejarah perjalanan
uang, bisa kita lihat di museum Bank Indonesia di kawasan wisata kota tua
Jakarta. Di sana dijelaskan secara detail bagaimana uang di Indonesia juga di
dunia berkembang.
Dalam penggunaannya,
saya sering sekali merasa kesal dan tidak nyaman jika menerima uang kembalian
dengan bentuk yang mengenaskan : uang kertas yang lecek, sudah dilipat, dan
kotor. Paling tidak senang kalau sudah ditulisi tulisan yang tidak penting. Saya
lebih baik menerima uang logam. Apalagi logam uang seribu sekarang bentuknya
bagus.
Tapi, kalau sudah
terlanjur mempunyai uang kertas dengan bentuk tak bagus. Saya biasa
menyetrikanya. Perlu menyiapkan waktu memang untuk menyetrika uang. Tapi setiap
hari saya menyetrika uang, kecuali kalau tidak punya uang. Hehe
Caranya, setrika uang
dengan melapisinya dengan kain tipis terlebih dahulu. Jangan hadapkan besi
panas setrika dengan uang kertas secara langsung. Itu akan membuat kualitas
uang menjadi tidak baik. Suhu setrikaan juga jangan sampai terlalu panas karena
nanti uang akan meleleh.
Jika sudah disetrika,
saya simpan di dompet panjang sehingga tidak ada kejadian melipat-lipat uang. Yang
masih pakai dompet yang kecil atau yang dilipat, lebih baik ganti saja. Karena uang
nanti terus terlipat, dan memiliki kemungkinan untuk sobek lebih banyak.
Uang kita,kita juga
yang menjaga. Kalau di Amerika, kata teman saya yang pernah student exchange ke sana, uang kertas
yang dilipat walaupun kondisinya bagus tetap saja tidak laku. Apalagi yang
sudah kumel dan lecek.
Jadi, yuk! Jaga uang
kertas kita. Tidak usahlah dilipat, ditulisi, atau diremas-remas. Tapi, kalau
punya uang yang kondisinya memprihatinkan dan bukan karena ulah kita, bisa kok
menukarnya ke bank.
Salam hangat dari
saya :)
Ironing the money Rupiah yang kita punya sekarang ternyata telah mengalami perjalanan yang panjang dalam perkembangannya. Nama rupiah...

