Pesimis di Hari Buku Sedunia

this cool pic taken from here

UNESCOlah yang menentukan hari ini sebagai Hari Buku, sedunia pula. Mungkin karena Shakespeare meninggal di tanggal 23 April dan untuk mengapresiasi serta meresonansi karya-karyanya. Jadilah hari ini menjadi Hari Buku Sedunia!

Tak ada yang istimewa. Mungkin karena di kota kecil, empat toko buku cukup terkenal di tempat saya tak menyelenggarakan event apapun. Bagi-bagi buku misalnya (maunya). Atau bagi-bagi kantong go green dengan tulisan motivasi untuk membaca. Semoga, beberapa tahun ke depan saya mempunyai toko buku dan setiap hari ini saya akan bagi-bagi buku. Aamiin...

Omong-omong tentang buku, koleksi saya tidak terlalu banyak. Tapi saya memang senang sekali membaca. Membaca itu seperti lompat-melompat ke dunia yang orang lain buat. Entah mereka membicarakan ide, cerita, pengetahuan, teknik, atau hal lain yang informatif dan bermanfaat. Semua buku adalah informatif dan bermanfaat, itu yang saya salutkan dari mereka. Mereka tidak menyia-nyiakan diri berdiri berderet di rak-rak, atau bertumpuk di stand-stand, atau tidur di lantai, atau bahkan tertinggal di kereta api (pengalaman saya). Semoga buku yang pernah tertinggal oleh saya dimiliki pemilik yang baik~

Menurut Taufik Ismail, di luar negeri, terutama Rusia, satu orang siswa paling sedikit membaca 14 buku setahun. Di Indonesia, ada anak yang hanya membaca satu buku setahun. (Tidak usah dibandingkan #pesimis)

Jika minat membaca sudah begitu minimnya, begitu juga dengan menulis. Jika di Pe-er kan untuk mengarang dan bercerita tentang liburan. Maka yang di dalam benak kita, muncul judul Berlibur ke Rumah Nenek. Cukup memprihatikan, dan ini terjadi kepada adik saya. Dia juga membuat karangan Berlibur ke Rumah Nenek, padahal nenek kami sudah lama meninggal (ya kariim).

Meskipun sebenarnya, literasi ini membutuhkan keterampilan (skill/intelligence), dan tidak semua orang memiliki kecerdasan linguistik (dipandang dari Horward Garner-Multiple Intelligences), saya tetap tidak setuju kalau minat baca kita rendah. Setidaknya baca sejarah, supaya kita tahu bagaimana masa membentuk kita. Jika terlalu rumit, baca sejarah diri sendiri dulu supaya kita tahu bagaimana kita berjalan di muka bumi. Dan semoga kita termasuk golongan orang-orang yang berpikir.

Pada akhirnya, Iqro! Dan salah satunya baca buku.

Selamat Hari Buku Sedunia, dari Kota Sukabumi.
Salam hangat, semoga bermanfaat :)

You Might Also Like

22 comments

  1. hari buku sedunia... oh buku2 ku masih pada sampulan belum terjamah

    BalasHapus
    Balasan
    1. dikirim ke Bandung saja mas, di sini ada yang baca pasti :)

      Hapus
  2. saya kira surveynya salah orang mbak hehe, anak saya masih SD saja satu minggu baca 2 buku loh hehe pamer dot com. maksud saya banyak juga yang baca buku dan diem diem saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin anaknya mbak salah satu yang ada di kurva minat baca yang tinggi. hehe alhamdulillah..
      yang baca buku bagusnya langsung ditulis biar yang lain baca juga ;p

      Hapus
  3. Amin,, aku do'ain yah biar nanti punya toko buku yang besar,,, kan katanya kalau sudah punya mau bagi - bagi buku hehehhehehee
    Soalnya nanti aku mau minta buku :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. saya akan buka cabang di Kuningan juga kang. ehehe
      aamiin ya Allah

      Hapus
  4. semoga semakin banyak yang cinta buku

    Saya masih punya impian pengen punya perpustakaan di rumah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga punya mimpi yang sama bundaa....

      Hapus
  5. dulu saya juga paling males baca buku, tetapi selama saya punya blog malah jadi suka baca buku. kayak pengen nyari referensi aja.
    yang paling menyedihkan adalah perpustakaan yang ada di sekolah dimana saya mengajar. yang masuk ke perpus untuk baca atau meminjam buku jadi berkurang drastis *entahlah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, sama mas. membaca untuk mencari referensi sekaligus inspirasi untuk menulis..

      kalau di sekolah-sekolah, kasusnya memang sering begitu mas.. di sekolah tempat saya praktik, siswa tidak mau ke perpus karena seringnya perpus itu digembok hha #miris

      Hapus
  6. Met hari buku se dunia!
    Aku gak ngerayain dgn baca secara khusus sih (kebanyakan orang kayak gitu). soalnya tiap hari emang baca juga
    hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kamu kan anti-mainstream aul.. :D

      Hapus
  7. kalo hard book gitu rasanya kek gimana gitu. dunia sudah modern, jadi mungkin saja nanti sudah jarang sekali buku dalam bentuk hard. paling banyak pasti e-book.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup. yang penting baca sebenarnya.. tapi kalau saya sendiri suka sekali aroma buku makanya lebih senang baca hard book gitu mas deby :D

      Hapus
  8. huaaaa
    hari buku sedunia, kau nggak ngapa-ngapain. Padahal tahun lalu komunitas bagi-bagi pembatas buku. Sayang banget tahun ini kita pada sibuuk~ hiks...

    tetapi memang sih minat membaca bangsa Indonesia sangat rendah. hiks. Tetapi yuk kita tulari teman-teman untuk membaca. perlahan tapi pasti. :D

    Oh ya, karangan adikku juga awalnya gitu. Terus aku omeli, dan aku suruh ganti. Karna dia pernah rekreasi ke jogja. aku suruh bikin itu ajah. Daripada liburan ke rumah nenek? Gak kreatif. -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.. tidak ada event :(
      yuk kak... bersemangat sekali menularkan budaya bacanya hehe

      hehe, iya jadi cenderung tidak kreatif ya. adik saya juga saya suruh ganti jadi berkunjung ke rumah bibi -_- tak apalah, daripada ke rumah nenek terus

      Hapus
  9. Benar juga tuh anak-anak bikin judul karangan berjudul ke rumah nenek atau sejenisnya
    Dari jaman aku juga gituh :((
    Btw selamat hari buku juga
    #Langsung liat tumpukan buku banyak yg masih belum dibuka plastiknya. hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. hha iya ya kak. saya juga dulu gitu kok. makanya nanti generasi mendaatang, janganlah seperti kita. harus lebih baik 1cm minimal ;D

      Hapus
  10. "Berkunjung ke rumah nenek" merupakan judul karangan legendaris anak-anak Indonesia (termasuk saya).. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau diklipingkan se-Indonesia kayaknya banyak banget yang pernah menulis karangan dengan judul yang sama mas :D

      Hapus
  11. Untuk level ASEAN aja, minat baca Indonesia masuk kategori rendah.
    Oh ya, pernah denger kalau minat baca ini artinya membaca yg sifatnya Minat membaca sendiri artinya kegiatan membaca yang bersifat fakultif, secara sukarela. Adapun kegiatan membaca yang sifatnya imperatif, misalnya seorang mahasiswa yang harus membaca materi kuliah atau bagi seorang Muslim yang diwajibkan untuk membaca Al-Quran, ini ga masuk hitungan sebagai minat membaca. Pantas memang minat baca orang Indonesia rendah, untuk yang masuk kategori kewajiban aja jarang dilakukan. Oh sungguh super ironis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah.. jadi memang minat membaca masih rendah, apalagi jika dijelaskan demikian mas. waah pengetahuan baru nih.
      Terima kasih :)

      Hapus