gulungan(cerita)pita: Tentang Angin

sumber ilustrasi : ....
Akan ada perasaan yang berbeda ketika aku berdiri sendiri di muka rumah. Atau di tengah taman, di antara rak-rak buku, di koridor, atau juga di sebuah tempat yang baru. Entah pagi atau petang. Kau terasa tengah berbencar meluaskan pikiran, memekarkan hati.

Akan ada perasaan berbeda pula, ketika aku duduk di dalam sebuah perjalanan. Ketika aku hanya memandang searah kepada kehidupan yang semakin membelakang. Perasaan seperti aku harus mengatakan sesuatu, tapi entah kepada siapa dan bagaimana. Dan aku tahu, kau sedang berpacu melewati gelombang-gelombang.

Cerita memang selalu berbeda, meski kehidupan berhakikat sama. Dan aku merasakan hal berbeda. Sama seperti ketika aku duduk dan tegak berdiri. Selalu ada kau yang mengalun sebagai hembusan. Tak pernah mewujud sehingga kita tak pernah bersaling pandang. Tak penting memang, karena aku tahu, dunia ini luas dan kau berhak menjelajah.

Aku memang sedang tidak rasional dalam memandangmu, hai angin. Aku tahu kau selalu berpacu dengan segala hal tentang waktu. Aku tahu kau selalu datang membawa sejuk juga badai dalam hidupku. Apapun itu, aku sedang tak peduli, juga takkan pernah peduli. Karena aku tahu, kau akan selalu datang. Aku takkan bisa menolak.

Kau tahu? Kau telah menerbangkan harapan dan mimpi-mimpiku bersamamu. Bawalah saja. Kau juga telah meluluh-lantahkan semua hal yang terlalu rumit yang selalu berada di dalam kepalaku. Luluh-lantahkan saja.

Aku sedang membicarakanmu, hai angin. Melalui perspektifku, yang tak pernah rasional dalam hal ini. Suatu hari, aku ingin menyentuhmu dan merasakan bentukmu.

You Might Also Like

18 comments

  1. selalu ada nuansa berbeda ketika berkunjung kerumah ini. ^^

    BalasHapus
  2. Aku takut, ia tak akan pernah bisa engkau sentuh, Pita.. Karena ia memang hadir dengan wujudnya yang tak terlihat. Ia tak punya pilihan. Namun, tahukah engkau,angin selalu akan hadir penuh cinta. Pada engkau, wanita yang ia tahu, akan selalu menerima hadirnya. Pun ia akan dengan senang hati, tuk selalu menanti kabar hati darimu, untuk ia titipkan pada langit..

    BalasHapus
  3. @Banyu Kusuma
    hal yang berbeda kali ini hanya ada pembicaraan baru tentang angin, pak Banyu..

    BalasHapus
  4. @Arya Poetra
    Sebenarnya aku memang harus bersiap dengan sebuah kenyataan seperti itu mas Arya,..

    BalasHapus
  5. @Gulunganpita Pribadi yang bersiap akan segala sesuatunya? Harus. :)

    BalasHapus
  6. Angin. Hanya bisa dirasakan tapi tak dapat dilihat. Sama halnya dengan hati,dapat dirasakan tapi tak dapat dilihat. Kecuali membelah dada kita dan akan terasa sakit. Itulah hati :)

    BalasHapus
  7. hmmm 'angin', mungkin dia belum saatnya bertemu langsung denganmu. cuma mampu mengikuti setiap langkah kaki dan doamu dan menjagamu di setiap mimpi2mu.. tapi, ketika pita YAKIN bahwa angin dapat bertemu dan berwujud, maka itu akan terjadi. Insya ALLAH :D

    BalasHapus
  8. Lihatlah angin dengan hati, isnyaAllah kau temukan ia dalam bentuk damai menyejukkan. Namun apabila engkau menatap angin dengan mata ini, yang kau temukan pasti hampa keheningan.

    BalasHapus
  9. @Ichsan Afriadi
    kalimatnya terasa mas Ichsan..
    Insha Allah

    BalasHapus
  10. Balasan
    1. Angin sakinah itu seperti apa ya mas? :S

      Hapus
  11. Wow cerita tentang angin yang mengalir sekali, suka dengan susunan kata perkatanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih zie.. ya ini cerita tentang angin.. yang selalu datang dan pergi (:

      Hapus