Gulungan(cerita)pita: selembar kertas

from : here
Jendela sudah ku buka sejak adzan subuh belum berkumandang. Aku menikmati daun-daun yang bergoyangan tertiup angin pagi pelan. Mata masih tak mau terbuka lebar karena semalaman, aku benar-benar tidak dapat tidur dengan benar.

Hari ini aku berencana untuk mencoret satu persatu agendaku, sebagai tanda telah ku kerjakan. Pertama, adalah membuka kotak cerita, dan kini tengah ku lakukan. Kotak berwarna hijau muda dan warna putih milikku memang terlihat cantik, kotak ini adalah sebuah hadiah. Gambar bunga matahari terlihat indah dan anggun di bagian penutupnya. Perlahan, aku buka kotak itu. Ada banyak harta karun di dalamnya. Aku menyentuhnya pelan, aku takut membuat kesalahan.

Ada banyak  barang-barang berharga di dalam kotak, meski tak mahal, setidaknya  mereka yang pernah menjadi saksi. Meski mereka tak bicara, tapi mereka punya cerita. Aku faham betul, ada banyak hal yang lebih indah diceritakan dalam diam. Dan aku menemukan sebuah catatan:

Di depanmu, aku hanya ingin menjadi anak-anak dengan semua hal yang kekanak-kanakkan. Aku hanya tak ingin menjadi dewasa, karena dengan menjadi seorang perempuan yang dewasa, aku akan jatuh cinta (lagi) kepadamu.
Tiba-tiba saja aku ingin membatalkan semua agendaku.

You Might Also Like

17 comments

  1. Waaahh selembar kertas itu? kata-kata itu, benarkah ia menggambarkan harapanmu mbak fit? kau tidak ingin memupuknya hingga nanti ia tumbuh dengan kekuatannya dan dimusimnya.
    haaaaaaaa *menghela* hidup itu cerita, betul katamu mbak, meski diceritakan dalam diam, ia tetap menjadi cerita. Dan mengenang itu indah, mengenang itu menyisakan senyum dan kadang air mata yang luruh tiba-tiba :') tapi jangan benar-benar kau batalkan agendamu itu mbak fit hihi. Barakahllah..

    BalasHapus
  2. wahhhh mbak, batalkan saja dan temui dia :) #mendukung

    BalasHapus
  3. sy mau komentarin headernya aja.. sukaaaaaaaaaaaaa bangeeeeeeettttt.... Ajarin doooonnngg #permintaan serius :D

    BalasHapus
  4. apa ya yg dikatakan laki-laki di selembar kertas itu? aku suka sama kata-kata mbak fit. Keren

    BalasHapus
  5. @Putri Serindang Bulan
    apasih put :p
    ini itu karya fiksi, tapi karena dunia ini fana, aku selalu menganggapnya fiksi. Jadi ini ceritaku-kah?
    *yuk telponan

    BalasHapus
  6. @Mushdiqah elDrida
    menemuinya? lalu? ah aku harus berpikir lagi mbak :D

    BalasHapus
  7. agenda nya paling makan :p

    BalasHapus
  8. Tak ada kata-kata "rumit". Hanya sebuah kesederhanaan.
    Dan,tiga kali aku mencabut lembaran cerita di kotakmu, selalu saja meninggalkan manis yang khas. Dengan bonus senyuman setelahnya.
    ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini pujian bukan ya?
      wah aku ngga suka dipuji :( takut meninggi..
      tapi terima kasih kak atas apresiasinya :)

      Hapus
  9. ingin juga teteh kembali mengenang masa kecil yg ceria, nakal , dan lugu.. tapi kali ini
    apa bisa ... aku menjadi kecil lagi .... gk mungkin .... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau untuk mengenang ya ngga harus kembali menjadi kecil lagi teh :)
      mengenang itu kan meresonansi saja.. masih bisa kita lakukan kok

      Hapus