Pada Akhirnya

Bismillahirrahmaanirrahiim
Betapa saya tersedu-sedu dalam menghadapi sebuah ujian. Menangis dan menyalahkan diri sendiri, lebih parahnya lagi adalah ketika ada rasa ingin membalas dan berharap seseorang yang telah mencungkil hati saya merasakan hal sama. Itulah perasaan beberapa jam ketika saya menyadari bahwa saya sedang merasa sakit. Tak berdarah memang, tapi sangat dalam.

Awal mula--mungkin beberapa menit--saya hanya bisa diam. Sistem limbik saya belum bekerja sepenuhnya dan belum merespon stimulus-stimulus pisau itu. Pada akhirnya, terjadi juga.

Kini, saya sadari sepenuhnya, Inilah yang membuat saya bahagia. Karena saya semakin yakin bahwa setelah kesulitan itu benar-benar akan ada banyak kemudahan, walau belum kurasakan tetapi aku melihat tanda-tandanya. Cinta-Nya teramat mengobati, belaian-Nya menghangatkan rongga-rongga. Tangan-Nya memegang teguh pundak saya, membuatku tak bisa untuk tertunduk dan menoleh ke belakang.

Saya merasakan banyak hal positif dari hal negatif. Benar kata Frankl, makna hidup memang selalu ada bahkan dalam penderitaan dan kematian. Yang harus dilakukan hanyalah mengubah pola pikir sehingga saya tidak memelihara su'ul al-zann dan memandang sebuah peristiwa dari kacamata kebahagiaan.

Ini bukan teori, ini realita. Saya ingin berbagi dengan pembaca, karena saya peduli. Generasi Islam tak boleh menyerah hanya karena ujian. Ini belum seberapa. Walau suatu saat saya diterpa ujian yang lebih dari ini, saya siap. Insya Allah. Karena Al-qur'an mempunyai obat mujarab mengenai hal ini.

Saya bukan orang yang paling menderita. Itu poin utama. Karena sesungguhnya, ujian yang paling berat adalah ujian yang tak disadari. Jangan sangka semua orang yang sedang berbahagia adalah orang yang sedang dirahmati Allah. Ada diantaranya yang memang sedang diuji. Allah Maha Menata, dan 'Kun Fayakun!"

Hal kecil terakhir,. ketika ujian ini datang, kemudian berakhir dengan cara tersendiri. Yakinlah, tahun depan saya akan tertawa dengan kejadian ini. Saya akan menertawai diri saya tentang apa yang telah saya lakukan. Dan ini normal. Begitu juga dengan anda. Inilah gunanya masa lalu, sebagai kaca spion untuk masa sekarang di masa depan.

Salam kebahagiaan ! :)

You Might Also Like

20 comments

  1. yaaa inilah dualisme kehidupan, ada tawa ada tangis, ada hitam ada putih, ada senang ada susah, dll... semuanya pernah dan masih akan kita rasaka. tinggal bagaimana menyikapinya ajaa.... :)

    **semoga nyambung**

    BalasHapus
  2. Ya. Allah memang menciptakan sesuatu berpasangan.

    Kalo ngga nyambung, tinggal disambungin saja. ini kan hidup..
    Syukron yaa

    BalasHapus
  3. Terlihat sosok ketegaran. Semoga diistiqomahkan wahai ukht, Aamiin

    BalasHapus
  4. Aamiin.. Semoga begitu ya.. aamiin

    BalasHapus
  5. Allah tidak akan menciptakan sesuatu dengan sia-sia, yg diciptakanNya pasti ada alasannya, dan pasti bermanfaat..Semangaaat ya..smoga dilancarkan segala urusannya.. ^__^

    BalasHapus
  6. tanpa masalalu semua ini gag akan terjadi :D

    Benar sekali!!! al-qur'an memang obat paling mujarab!

    BalasHapus
  7. @Mbak Phipi :
    Iya mbak ^_^ Aamiin aamiin
    makasih yaa..

    BalasHapus
  8. @Mas Bayu :
    Iya.. masa lalu memang berarti tapi tidak untuk terus ditapaki... dan Al-Qur`an itu as-syifa :D

    BalasHapus
  9. Pengalaman pribadi ya Mbak hehe... Semoga saja ke depan air mata Mbak berubah jadi air mata kebahagiaan. Semoga nantinya hati yang sakit akan menjadi hati yang dipenuhi dengan kebahagiaan kelak. Tidak lupa pula untuk terus bersyukur hehe... Dan pada akhirnya nanti ada kebahagiaan yang bertahan lebih lama dan mengikis kesedihan hari ini hehe...salam kenal Mbak.

    BalasHapus
  10. luka yang tak berdarah memakin memilukan y mbak,..anyway SEMANGKA sajja...smoga Rabb slalu memeluk dalam rahmatNya, amien^_^

    BalasHapus
  11. Suka banget dengan kata-kata ini:
    "Cinta-Nya teramat mengobati, belaian-Nya menghangatkan rongga-rongga. Tangan-Nya memegang teguh pundak..."

    Bikin teteh nangis. T_T...Hehee,,, Makasih ya sayang sudah berbagi... ^_^

    BalasHapus
  12. la tahzan,, innalaha ma'ana.!

    nice share ukthy..!

    BalasHapus
  13. @Mbak Phuji
    ya mbak.. SEMANGKA!! Rabb akan selalu memeluk dalam rahmatNya. Aamiin

    BalasHapus
  14. @Teh Dika as Qhaisar Rain :
    Haa... tetehku sayang jangan menangis.. AKu merindukanmu.. :)

    BalasHapus
  15. @ROe :
    Ya. Allah selalu BERSAMA KITA.. jangan pernah bersedih ya.. syukron juga sudah berkunjung..

    BalasHapus
  16. Setiap masalah yang datang adalah sebuah ujian dan insyaallah itu akan membuat pribadi kita akan semakin kuat. Amin :)

    BalasHapus
  17. Aamiin.. Penderitaan menjadikan kita insan yang berfikir dan menjadikan penderitaan sebagai sarana meraih kebahagiaan dan sukses.
    syukron kunjungannya

    BalasHapus
  18. Biarpun keruh air di hulu mungkin kah jernih di muara. Biarpun peluh hidup dipalu, pasti bertemu tenangnya. #segenggamtabah

    BalasHapus
    Balasan
    1. #segenggamtabah Innalloha ma'ana (:

      Hapus