Selalu (Berusahalah) Menjadi Istri yang Baik

Pita dan Dia di Dusun Bambu, Bandung

Sekitar pukul sebelas pagi, saya sedang menonton drama korea di laptop. Bersantai sejenak setelah melakukan pekerjaan rumah adalah hal yang sering saya lakukan, apalagi kalau tidak berangkat ke kampus atau berkegiatan di luar. Tiba-tiba saja, pintu rumah diketuk beberapa kali dan dibuka paksa dari luar. Saya kaget dan langsung mengintip di balik jendela. Astagfirullah, ternyata suami saya ada di luar! Lebih kagetnya, mengapa siang begini sudah ada di rumah. Ketika membukakan pintu, lalu mencium tangannya, ada aura tak enak dari badannya. Dilirik sebentar, terlihat wajah suami yang kelelahan. Ya Kariim.. Dia sakit!

Seisi rumah seketika gempar! *lebay sedikit*

Tapi memang, suami saya jarang sakit. Makanya sekalinya sakit, saya menjadi khawatir berlebihan. Segera saya menyarankan untuk beristirahat dan berselimut. Disiapkan juga makan siang, minum, serta obat. Dalam hati, pokoknya suami saya tidak boleh sakit.

Saat menyelimuti suami, saya teringat kala Khadijah menyelimuti suaminya—Rosulullah— yang tiba-tiba gemetar ketika pulang ke rumah. Dengan sabar, pengertian, dan penuh kasih sayang Khadijah merawat sang suami. Hingga tanpa perlu diminta, sang suami menceritakan apa yang terjadi padanya.

Khadijah memang sosok istri teladan untuk semua muslimah. Meskipun tak mungkin menyamai beliau, tapi perilaku yang digambarkan sejarah adalah pelajaran yang mewah. Merawat suami, memahami kebutuhannya, dan memberikan kasih sayang karena Allah menjadi hal yang seharusnya dilakukan. Istri yang baik melakukannya tanpa kenal lelah.

Sebenarnya, banyak hal yang membuat suami merasa bahwa istrinya telah menjadi istri yang baik untuknya. Dan setiap suami memiliki penilaian yang berbeda. Ada yang mengatakan bahwa istri yang baik itu adalah yang menyambut suami dengan senyuman ketika pulang kerja. Atau membuatkan masakan yang enak, memberikan kejutan kecil setiap hari, membantu mengenakan dasi, dan sebagainya, dan sebagainya.

Namun, menurut saya istri yang baik adalah istri yang menjalankan kewajibannya sesuai dengan perintah qur’an dan hadist. Sepanjang sesuai dengan ketentuan tersebut, maka suamipun tak dapat memungkiri istrinya telah menjadi istri yang terbaik. Apa saja kewajiban seorang istri? Berikut sebagiannya yang saya kutip dari berbagai sumber.

Istri menyadari dan menerima secara ikhlas bahwa suaminya adalah pemimpin baginya [An-Nisa’:34]
Menjaga kehormatan suami dimanapun dan kapanpun, termasuk ketika suami tidak berada di rumah [An’Nisa’:34]
Mentaati suami selama bukan hal yang bersifat maksiat [An-Nisa’:39
Memenuhi kebutuhan biologis suami, walaupun dalam keadaan sibuk [Riwayat Nasa’i, Muttafaqun Alaih] juga hadist: Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya [Riwayat Muslim]
Mendahulukan kepentingan suami dibandingkan kepentingan lain, termasuk kepentingan orangtua [Riwayat Tirmidzi]
Tentu saja menjadi istri yang baik tidak bisa menggunakan mantra instan dari para peri. Semuanya berproses, dan proses itu tidak sebentar. Kesungguhan dan keikhlasan dalam usaha akan semakin mendekatkan kita (saya terutama) untuk menjadi istri yang baik bagi suami.

Maka, selalu berusahalah menjadi istri yang baik. Penuh cinta serta pengertian seperti Khadijah, seperti Aisyah, juga seperti Fatimah. Dan bersiaplah terkejut ketika suami semakin sayang, dan cinta kepada kita.

Setelah suami saya sembuh dari sakit, esoknya berangkatlah ia bekerja seperti biasa. Kemudian ketika pulang, mengudaralah kata dari mulutnya:


“Terima kasih ya selalu berdandan cantik pas aa pulang dari kantor.” *meleleh*


You Might Also Like

23 comments

  1. yg terakhir, bikin meleleh juga :)

    BalasHapus
  2. InsyaAllah.. suami akan semakin sayang dgn istri yg spt Khadijah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insha Allah mas capung...
      salah buat istri ya mas :)

      Hapus
  3. iya.. yang terakhir bikin saya juga meleleh :)

    BalasHapus
  4. ah selalu suka dengan keromantisan pasangan ini...
    pasangan blogger kece :D
    semoga sakinah selamanya ya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi aamiin Mbak..
      terima kasih banyak.. semoga Mbak juga selalu bahagia :)

      Hapus
  5. ahahahaha sosweet sekali .. terimakasih selalu berdandan cantik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi iya mas. kapten memang so sweeet :D

      Hapus
  6. mantap mabk... salam kenalll...;-)

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah suaminya penyayang juga ya mbak,, wajar aja dapat istri yang baik,,,,

    BalasHapus
  8. apa yang meleleh mba...., es krim yang dibawanya ya...he2 *kidding.com*

    BalasHapus
  9. *ikutan meleleh baca yang terakhir* :D

    Baru tahu nama lengkap Pita :D Makasih ya sudah ikutan. Harap bersabar menunggu pengumuman :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aw.. ada mbak niar ikutan meleleh..
      Insha Allah hihi sabaar :)

      Hapus