Koleksi Pribadi: Senja di Limbangan, Garut Apa yang biasa kau lakukan, ketika senja menyapamu dengan sentuhan hangat cahayanya? Sepert...
| sumber ilustrasi : .... |
Akan ada perasaan berbeda
pula, ketika aku duduk di dalam sebuah perjalanan. Ketika aku hanya memandang
searah kepada kehidupan yang semakin membelakang. Perasaan seperti aku harus
mengatakan sesuatu, tapi entah kepada siapa dan bagaimana. Dan aku tahu, kau
sedang berpacu melewati gelombang-gelombang.
Cerita memang selalu
berbeda, meski kehidupan berhakikat sama. Dan aku merasakan hal berbeda. Sama seperti
ketika aku duduk dan tegak berdiri. Selalu ada kau yang mengalun sebagai
hembusan. Tak pernah mewujud sehingga kita tak pernah bersaling pandang. Tak penting
memang, karena aku tahu, dunia ini luas dan kau berhak menjelajah.
sumber ilustrasi : .... Akan ada perasaan yang berbeda ketika aku berdiri sendiri di muka rumah. Atau di tengah taman, di antara rak-ra...
![]() |
| koleksi pribadi |
ketika matahari menguapkan embun-embun yang bergelantungan. Semua kegagalan hari kemarin berhak dilupakan, hanya sisakan beberapa pelajaran. Tiba waktunya membenahi pikiran, meluaskan hati menjadi bersih.. layaknya langit biru tanpa awan.
Juga, gerimiskan hati dengan kasih sayang bak akar-akar yang mengalirkan kesegaran pada ujung tangkai untuk memberi kebermanfaatan. Bahwa dunia ini tak hanya perihal hari ini. Masa depan terus mengintip dan mengguratkan kehidupan.
Apakah garis kehidupan kita akan tetap beririsan?
koleksi pribadi ketika matahari menguapkan embun-embun yang bergelantungan. Semua ke gagal an hari kemarin berhak dilupakan, hanya sis...
| gambar dari sini |
Ini adalah
cerita tentang setangkai bunga matahari yang tegak berdiri di pinggir sebuah
aliran sungai yang jernih. Air sungai itu mengalir tak kenal berhenti, memberi
kebermanfaat namun tak pernah meninggi. Semua terasa menyejukkan, terserap oleh
pembuluh-pembuluh akar bunga matahari. Sehingga bunga matahari tak pernah layu
sepanjang musim, sepanjang tahun.
Sebenarnya, bunga
matahari mempunyai pemilik. Dia adalah seorang laki-laki yang penyayang.
Laki-laki itu tinggal pada sebuah rumah di bawah pohon rindang yang besar.
Bunga matahari berada di taman kecil miliknya. Meskipun tanah gembur berbau
humus, hanya bunga matahari yang dapat tumbuh. Tak ada bunga lain.
gambar dari sini Ini adalah cerita tentang setangkai bunga matahari yang tegak berdiri di pinggir sebuah aliran sungai yang jernih. ...
Assalamu'alaykum
| Douglas Walker's painting |
Mengalir kemana saja
tetes-tetes cinta itu selama ini? Ketika kucari di lembah kasih, tak kutemukan
satupun milikku tergenang utuh. Kutelusuri alirannya hingga berpangkal pada
sebuah mata air. Aku menemukan banyak yang terkoyak. Banyak yang mengering. Dan
itu salahku. Aku membiarkannya mengalir begitu saja.
Aku selalu punya kata,
bahwa cintakulah yang paling kuasa. Aku selalu punya kata, bahwa akulah yang
paling menderita. Tak kupungkiri, bahwa kata-kata itu sekarang menjadi sebuah
prosa. Prosa tentang aku dan cinta yang selalu tertimpa siksa. Dan semua itu
hanya omong kosong. Aku hanya terlalu menganggap penting perasaanku, juga
tentang sebuah bentuk dalam diriku.
Dan sekarang aku takut.
Douglas Walker's painting Mengalir kemana saja tetes-tetes cinta itu selama ini? Ketika kucari di lembah kasih, tak kutemukan satu...

