Bismillahirrahmaanirrahiim Betapa saya tersedu-sedu dalam menghadapi sebuah ujian. Menangis dan menyalahkan diri sendiri, lebih parahnya lag...
Tiada usahaku tanpa izinNya
Ada beberapa kebahagiaan yang memang tak perlu diperlihatkan. Pun
ada beberapa kebahagiaan yang terselimuti kelut sendu yang menuai sedu. Aku
tersedu-sedu di ujung. Ada beberapa hal yang dapat merubah sesuatu, termasuk
hal-hal yang belum terjadi. Kita tak dapat mendahuluiNya.
Beberapa daun memang gugur, bukan karena sudah tak mampu menopang
dirinya. Atau karena angin--daun tak pernah menyalahkan angin--yang membelainya
dengan kegetiran dan segelas coklat kepiluan. Mereka gugur karena seperti
itulah seharusnya.
Ketika butiran hangat itu sudah habis. Tak lagi untuk
diaktualisasikan, meringkuk saja. Ada beberapa hal yang memang tak perlu
diekspresikan. Capung memang hanya hidup sebentar, meski telah memendam diri
cukup lama.
Tiada usahaku tanpa izinNya Ada beberapa kebahagiaan yang memang tak perlu diperlihatkan. Pun ada beberapa kebahagiaan yang terselim...
Bismillah..
Ini adalah postingan pertama di bulan Oktober… Kali ini saya akan bercerita tentang dua minggu yang saya lalui dengan berbagai aktifitas.
20 September
Ini adalah kali kedua saya bekerja kelompok dengan sebuah kelompok kecil untuk tugas yang sangat besar. Sedikit keteteran untuk mencari referensi karena keterbatasan waktu juga kesibukan yang berbeda antara kami bertiga. Akhirnya, perpustakaan dikunjungi juga dan hanya sebentar, selebihnya melamun—dalih-dalih brainstorming—di tangga perpus dan pergi makan siang berkelompok.
Bismillah.. Ini adalah postingan pertama di bulan Oktober… Kali ini saya akan bercerita tentang dua minggu yang saya lalui dengan berbagai a...
Quality Time with best friends
![]() |
| memori kebersamaan |
Ini adalah cerita tentang kami—aku dan dua sahabatku—yang sengaja
mengagendakan beberapa jam untuk menghabiskan waktu bersama. Hanya dua jam tapi
menurutku itu seperti menit-menit berharga yang sulit ditemukan, apalagi mereka
adalah perempuan-perempuan aktifis yang mempunyai banyak rapat dan pertemuan
selain kuliah. Berbeda denganku. Seorang perempuan rumahan—perempuan kamaran—
El datang
dengan membawa pisang ijo kesukaanku,
benar-benar sebuah kejutan disaat aku tengah mentranslet tugas-tugas bahasa
buleku. Walau sedang pantang makan es karena suaraku sudah teramat seksi—akibat
begadang*alibi*—aku tak bisa menolak kehadiran pisang ijo yang langka itu. Dan akhirnya, yummy!
Beberapa menit
berbagi cerita tentang perkuliahan dan sekelumit aktifitas El, Gri datang
dengan seperti biasa, dengan suara cempreng yang selalu berteriak. Dan
berpelukan!! *berbinar-binar*
Setelah duduk,
gri membuka tas ransel kecil dan mengeluarkan beberapa bungkus nasi.. “Karena
tadi konsumsi panitia terlalu banyak, jadi aku ngambil tiga. Haaaaa.”
Quality Time with best friends memori kebersamaan Ini adalah cerita tentang kami — aku dan dua sahabatku — yang sengaja mengagen...
So, don’t you see
That I’m truly free
This piece of scarf on me
I wear so proudly
To preserve my dignity
My modesty
My integrity
So don’t judge me
Open your eyes and see
Why can’t I just be me?? She says
Time and time again
You speak of democracy
Yet you rob me of my liberty
All I want is equality
Why can’t just let me be free?
![]() |
| dari tumblr |
Alhamdulillah dapat
menulis kembali. Kali ini saya akan sedikit mengkaji mengenai lirik lagu milik
Sami Yusuf yang berjudul free. Penasarankah? Bisa dilihat DISINI.
Nah,
lagu tersebut menceritakan mengenai hijab. Betapa istimewanya seorang muslimah
ketika tetap menjaga hijab ditengah kemerosotan akhlak. Mungkin lagu ini bukan
untuk kita sebagai muslimah yang berada di negara yang mayoritas beragama
islam. Lagu ini untuk saudari-saudari kita yang tengah menjadi minoritas di
berbagai belahan dunia. Subhanallah!! Semoga mereka tetap bertahan untuk
menjadi perempuan dambaan syurga. Aamiin.
Ukhti fillah,
bagaimana rasanya memakai jilbab?
Sebenarnya
__perspektif saya__ betapa istimewanya kita sebagai perempuan ketika menutup
semua perhiasan yang teramat indah dengan baik untuk dipersembahkan kepada imam
kita setelah pernikahan.
Kita tak perlu
memakai perhiasan, karena apa? Karena kitalah perhiasan itu. Hanya orang awam
yang tak menyadari hal ini.
Memang benar ketika
berbicara mengenai hijab, tentu bukan hanya jilbab. Hijab hatilah yang paling
penting. Tapi Ketika membuat pernyataan demikian, bukan berarti juga berjilbab
itu tidak penting dan dapat diabaikan.
Dalam KalamNya,
muslimah diperintahkan untuk memakai kerudung hingga menjulur ke dada. Ini
berarti setiap perempuan yang merasa dirinya adalah muslimah maka wajib untuk
memakai jilbab. Terlepas dari apakah dirinya berperilaku terpuji atau tidak.
Namun, disadari atau tidak, memakai jilbab bisa dijadikan langkah awal menuju
ridhoNya.
Ada beberapa yang
menyatakan, “Ngapain dijilbab kalo kelakuannya sama kayak yang ngga pake.”
Menurut saya, mending SOK ALIM daripada SOK DZALIM. Kalau niat awal untuk
berjilbab memang masih belum kuat dan tidak lurus, itu lebih baik daripada
tidak sama sekali. Karena ketika seseorang tidak melakukan sesuatu karena takut
salah niat, maka orang itu sombong.
Wallohua’lam
bishowab.
So, don ’ t you see That I ’ m truly free This piece of scarf on me I wear so proudly To preserve my dignity My modesty My inte...
Dengan asmaNya kumulai menginjak-injak tut keyboard dengan jemari
Segala puji bagiNya yang selalu
memberikan hal indah dengan berbagai cara. Ini adalah tentang cerita
saya—cerita
si Pita—yang sudah lama tak bercerita. Ini tentang hari kemarin yang begitu
menyenangkan.
Saya
memang bukan seorang aktivis kampus, seperti yang pernah saya ceritakan. Tapi saya
senang mengikuti seminar, bedah buku, talk show atau training-training yang
diadakan di kampus. Yang harus membayar atau yang gratis *naluri*.
Dengan asma Nya kumulai menginjak-injak tut keyboard dengan jemari Segala puji bagi Nya yang selalu memberikan hal indah dengan berb...




