Bismillahirrahmanirrahim Beberapa waktu yang lalu, saya bersama sahabat saya menyempatkan untuk hadir dalam acara konser mahasiswa Seni Mu...
Ini cerita tentang angkutan umum atau lebih dikenal dengan sebutan angkot yang sering saya naiki sejak kecil. Kemana-mana pasti naik angkot.. Bukan karena nyaman. Jelas saja angkutan untuk publik itu tidak lebih nyaman daripada kendaraan pribadi tapi dengan naik angkot, saya turut mengurangi kemacetan (sebenarnya karena ngga punya mobil ;P ) #Alibi diterima ya.
Selain itu, kalau naik angkot, saya bisa melakukan aktifitas lain sembari menunggu sampai ditempat tujuan, misalnya membaca, sms teman, ngintip-ngintip bloofers, makan atau bahkan sejenak istirahat. Bayangkan saja, jika saya menyetir, atau mengendarai sepeda motor, hal demikian tidak dapat dilakukan. Sebenarnya bisa saja tapi ada resiko yang harus ditanggung, seperti terjadinya kecelakaan. Ya.. kecuali kalau saya mempunyai keahlian khusus.
Oke, cerita tentang angkot. Saya mau menginformasikan kalau dikota kecil saya, Kota Sukabumi, angkot adalah kendaraan yang benar-benar bermanfaat. Bukan hanya sebagai alat untuk mengais rezeki pak supir, bukan juga sebagai alat transportasi. Yang lainnya, angkot bisa dijadikan ajang gaya dan pembuktian keahlian memodif. Ngga sedikit anak muda yang orangtuanya punya angkot malah seneng banget saat disuruh untuk 'narik'. Dengan musik yang keras dan tampilan angkot yang elegan, mereka bangga jadi supir angkot.
Ini cerita tentang angkutan umum atau lebih dikenal dengan sebutan angkot yang sering saya naiki sejak kecil. Kemana-mana pasti naik angkot....
Puding Pita
Liburan panjang membuahkan ide-ide yang cukup kreatif ternyata ^_^. Akhirnya bisa berbagi cerita lagi, bersama teman-teman di dunia blogging. Kali ini saya akan melaporkan langsung dari kampung halaman saya. Sukabumi.
Siang itu saya terdorong oleh seseorang yang mempunyai jiwa wirausaha yang bagus dan jujur saja, saya iri sekali dengan ide-ide cerdasnya. Dan jadilah, PUDING PITA. Ckckck, sedikit norak tapi punya nilai jual. Aamiin. Kedepannya PITA ini bukan hanya menjual pudding tetapi juga kue-kue lain. Impian saya, saya mau membuka Toko Kue PITA. Mohon do’anya ^_^
Dan inilah si puding cantik :
Puding Pita Liburan panjang membuahkan ide-ide yang cukup kreatif ternyata ^_^. Akhirnya bisa berbagi cerita lagi, bersama teman-teman di du...
Bismillah ...
Ini cerita tentang sahabat (lagi). Jangan pernah bosan untuk membaca ya. Karena merekalah yang selalu ada jadi wajar bila mereka selalu menjadi tokoh utama. Perantauan ini baru dimulai. Saya sangat beruntung memulainya bersama mereka.
Baik, jadi, Sabtu lalu. Setelah penat dan sedikit tegang diseluruh dendrit akibat ujian akhir. Saya mengajak kedua sahabat saja untuk pergi bersama. “Rihlah yuu.” Sahabatku bertanya kemana tujuannya. Saya diam. Mereka mengerti kemudian tertawa. Bukan sekali kami merencanakan sesuatu tapi tak terealisasikan. Seperti dulu, kami ingin jadi backpacker. Berkeliling di Pulau Jawa. Atau ketika kami ingin seharian berwisata kuliner, nyatanya perut kami kenyang lebih dulu sebelum masuk ke restoran ketiga. Atau ketika kami ingin berjalan kaki dari Gerlong sampai ciwalk, atau BEC. Dan sebagainya. Mungkin karena kami memang tak serius jadi hanya setengah tapi tak ada yang salah. Kami menikmati ini dengan kebersamaan kami. Yang terwujud adalah kebersamaan. Bukankah itu manis?
Bismillah ... Ini cerita tentang sahabat (lagi). Jangan pernah bosan untuk membaca ya. Karena merekalah yang selalu ada jadi wajar bila mere...
Sore ini begitu manis. Aku tak berniat keluar kamar dan menuruni tangga hijau di depan sebelah kanan pintu. Tapi pintu kubiarkan terbuka hingga angin masuk meski tak kupersilahkan. Gerakannya membuatku ingin tidur. Tapi sebentar lagi panggilan shalat akan menggema. Berteriak-riak melalui speaker.
Rosemaryku sedang menari, kutatap lembut, dan dibalas dengan semerbaknya yang lezat. Dia menari bersama lavender. Empat pot itu terlihat kompak dan riang. Bersama denganku menatap jendela kamar hotel diseberang yang memantulkan sinar jingga kemerahan. Karena kaca itu, aku dapat menikmati sinar mentari tenggelam. Ya, bersama keempat pot rosemary dan lavender.
Sedikit penasaran, aku melangkahkan kakiku menapaki teras keramik putih yang kaku dan dingin. Sudah lama tak kutapaki. Aku duduk pada tepiannya, bersebelahan dengan si empat pot. Aku mulai merajut kembali.
Sore ini begitu manis. Aku tak berniat keluar kamar dan menuruni tangga hijau di depan sebelah kanan pintu. Tapi pintu kubiarkan terbuka hin...
Alhamdulillah. Posting kembali.
Beberapa hari yang lalu. Air bak seperti membeku. Dingin menciutkan poriku. Tak ingin mandi tetapi harus pergi. Dan tak sia-sia, langit kampusku teramat indah. Aku akhirnya berangkat menuju kampus. Walau ada beberapa pertanyaan UAS yang kukosongkan jawabannya karena memang tidak tahu.. aku keluar dari kelas, menengadah ke atas. LangitNya indah kawan. Aku bahkan menjadi lupa apa soal UASku.
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
Alhamdulillah. Posting kembali. Beberapa hari yang lalu. Air bak seperti membeku. Dingin menciutkan poriku. Tak ingin mandi tetapi haru...









