![]() |
| Sumber gambar: ~ |
Assalamu’alaykum
Alhamdulillah. Akhirnya saya dapat membuat
sebuah postingan di beberapa hari sebelum bulan ini berakhir. Tulisan kali ini
hanyalah tentang curahan hati. Ringan saja, tidak ada rigel yang mungkin
sekarang sedang sarapan bersama amorette, sang kelinci jenius milik Prof.
Halliaw. Saya juga tidak akan bercerita tentang Rani, tentang Bastian, tentang
Piri dan Gigi. Biarkanlah dulu mereka. atau tentang rindu yang sudah berbotol-botol? tidak...
Saya akan bercerita tentang saya. Tentang pita yang menggulung mimpi dengan do'a.
Beberapa minggu terakhir ini saya sedang
dekat-dekatnya dengan seorang kawan. Dia benar-benar paling setia dan selalu
ada. Awalnya, saya tidak begitu menyukainya. Mungkin karena beberapa hal. Karena
kami memang tidak memiliki keterkaitan apapun di kehidupan masa lampau kami. Itu
pertama. Yang kedua, mungkin karena saya merasa bahwa dia datang terlalu cepat sehingga saya merasa belum siap. Dan yang ketiga, dia terlalu berlebihan! Dia selalu ada dimana-mana.
Bagaimanapun juga, saya akhirnya harus dekat
dengan dia. Dia sudah terlanjur datang di kehidupan saya. Beberapa hal dari dia
yang membuat saya semakin bersemangat adalah, saya menjadi lebih banyak melek
ketimbang tidur. Lebih semangat bangun pagi dan menyugestikan hal-hal positif kepada
diri saya dan berkata, “Saya bisa bersamamu! Melewatkan hari-hari bersamamu!”
Namun tak jarang, dia juga membuat saya lupa rasa lapar. Sampai-sampai saya tidak tahu apakah hari ini sudah makan atau belum. Dia, tak menyukai khayalan-khayalan saya. Dia lebih suka hal-hal yang nyata, yang sesuai fakta empirik, berdasarkan hasil penelitian dan sudah diuji oleh ahli-ahli. Dia tak menyukai cerita-cerita fiksi. Kontradiksi!
Dia, pada akhirnya selalu ada di kepalaku. Mungkin karena saya sudah mulai terbiasa dengan kehadirannya. Memenuhi
ruang-ruang dan bergentayangan. Serupa hantu saja! Hanya saja lebih nyata dan
lebih menyeramkan.
Pada akhir minggu kemarin, kami sepertinya
harus berpisah. Bukan karena saya menyerah padanya. Tapi dia harus berganti
rupa menjadi sesuatu yang lebih besar dan menantang. Oke, nama teman saja itu
adalah proposal skripsi. Dan akhirnya, pertemanan kami selesai minggu kemarin. Dia
berubah menjadi skripsi yang ingin sekali saya tuntaskan hingga beberapa bulan
ke depan. Kami sepertinya akan memulai persahabatan dari awal lagi.
Terima kasih kepada kalian. Ya! Kalian. Juga kamu!
Ya kamu yang selalu tertawa dan memberikan semangat kepada saya untuk terus
berteman dengan proposal hingga akhirnya dia pergi sendiri juga.
Dan kalian.. terus do’akan saya, ya! Karena do’a
itu adalah hal ajaib yang benar-benar saya butuhkan. Do’a itu bisa merubah
takdir!
Selamat pagi ^_^
Sumber gambar: ~ Assalamu’alaykum Alhamdulillah. Akhirnya saya dapat membuat sebuah postingan di beberapa hari sebelum bulan ini be...
